Pilih AC Low Watt atau AC Inverter?


Peralatan elektronik semakin hari semakin berkembang dengan inovasi – inovasi yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Begitu juga dengan  inovasi yang terjadi pada alat pendingin ruangan atau AC. Selain harga dan fitur yang ditawarkan dalam sebuah produk, seringkali orang mempertimbangkan besarnya konsumsi daya listrik ketika menentukan pilihan barang elektronik. Tak heran, besarnya daya listrik ini akan berpengaruh pada pasokan listrik yang tersedia di rumah. Ujungnya, pemakaian listrik tentu berimbas pada pengeluaran rumah tangga. Ambil contoh saat memilih produk penyejuk ruangan atau air conditioner (AC). Seperti yang Anda tahu, AC merupakan perangkat elektronik yang menyedot setrum
cukup besar. Boleh jadi, pilihan akan tertuju pada produk yang menggendong teknologi hemat listrik. Selain AC low wattage, kini produsen elektronik juga getol meluncurkan produk AC inverter sebagai pilihan AC hemat energi. Lalu, apa saja yang perlu Anda pertimbangkan untuk membawa pulang produk-produk ini? Pertama, mungkin Anda harus  mempertimbangkan soal harga. Sudah pasti, harga AC inverter lebih mahal karena mengadopsi teknologi inverter yang relatif baru. "Harga AC inverter bisa 20% lebih mahal ketimbang AC low watt," kata Andry Siswandi, Head of Residential AC LG Electronics Indonesia. Tapi, harga yang mahal itu akan terbayar ketika Anda mendapati tagihan listrik Anda tak melonjak tajam dengan pemakaian AC inverter. Pasalnya, AC jenis ini bisa menekan penggunaan konsumsi listrik hingga 60% dari daya terpasang. Kedua, Anda harus memperhatikan berapa besar pasokan listrik di rumah Anda. Pasalnya, AC inverter membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar pada tarikan pertamanya. "Pada tarikan pertama, butuh pasokan listrik hingga dua kali daya terpasang," jelas Heribertus Ronny, Product Manager AC PT Panasonic Gobel Indonesia. Misalnya, untuk tarikan pertama butuh setrum antara 500 watt hingga 600 watt untuk AC 0,5 PK. Namun, kebutuhan setrum dengan cepat turun ketika AC sudah menyesuaikan kondisi ruangan. Oleh karena itu, produsen merekomendasikan AC jenis ini hanya untuk rumah-rumah dengan daya listrik besar. "Minimal rumah yang memakai AC inverter mempunyai daya listrik 2.200 VA," kata Anita Herdiana, GM Product Marketing PT Sharp Indonesia. Pasalnya, dalam sebuah rumah, masih banyak perangkat yang memakai listrik. Sebaliknya, untuk rumah tinggal yang memiliki daya terpasang 1.300 VA atau kurang dari itu, produsen elektronik menyarankan konsumen memilih AC low wattage. Sebab, AC tipe ini, sudah dipatok kebutuhan listriknya tak lebih daya terpasang.

ads

Ditulis Oleh : nyamidi ngasem Hari: 06.36 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pengikut

About